Soal 2 Penalti Ronaldo, Gasperini: Apa Kita Harus Potong Tangan?

Foto dari UEFA.com

FAJAR.CO.ID, TURIN—Atalanta benar-benar merepotkan Juventus di laga lanjutan Serie A hari ini. Mereka bahkan nyaris mempermalukan Si Nyonya Tua di Allianz Stadium andai tuan rumah tidak mendapatkan dua penalti.

La Dea, julukan Atalanta unggul dua kali di laga pekan ke-32 ini. Duvan Zapata membawa timnya memimpin 1-0 di menit ke-16 lewat tembakan kaki kanan dari dalam kotak penalti. Juve kemudian mendapat hadiah penalti di menit ke-55

Wasit Piero Giacomelli menunjuk titik putih setelah bola tendangan Paulo Dybala mengenai tangan Marten de Roon. Penalti ini dieksekusi dengan baik oleh Cristiano Ronaldo untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Atalanta kembali memimpin di menit ke-81 lewat tendangan keras Ruslan Malinovsky dari dalam kotak penalti. Atalanta seperti akan memenangi pertandingan setelah skor 2-1 tak berubah hingga waktu normal habis.

Namun, lagi-lagi Juventus mendapat hadiah tendangan 12 pas di menit ke-90. Sama seperti penalti pertama, bola kembali mengenai tangan Luis Muriel di kotak terlarang. Ronaldo yang kembali maju sebagai algojo akhirnya menjadi penyelamat. Skor 2-2.

Pelatih Atalanta, Gian Piero Gasperini mengaku sangat kecewa tidak mampu membalas Juventus. Gasperini menegaskan dirinya sedikit kesal dengan interpretasi handball di Italia yang membuat mereka hanya mampu mencuri satu poin.

“Ini adalah aturannya, yah. Apa yang harus kita lakukan, potong tangan? Paling banyak Anda bisa meletakkan lengan di depan tubuh Anda. Ini bukan penalti pertama seperti ini yang kami lihat, ada banyak hal sepanjang musim, dengan banyak tim,” kata Gasperini kepada DAZN

Bagi pelatih veteran itu, penerjemahan handball di liga lain berbeda dengan di Italia. Jika situasi sama terjadi di liga lain, itu tidak akan dianggap handball. “Kegilaan dan interpretasi aturan tidak sama di sini seperti di tempat lain. Negara-negara lain tidak memberikan penalti seperti itu,” jelasnya.

Di luar kekecewaannya pada penalti, Gasperini sangat senang melihat jalannya pertandingan. “Itu adalah penampilan luar biasa melawan pemimpin Serie A. Saya mengatakan kepada para pemain untuk memperlakukan ini seperti pertandingan Liga Champions, karena kami akan menghadapi tim-tim tingkat ini pada bulan Agustus,” ujarnya dikutip dari Football Italia.

“Kami mencapai semua yang kami tetapkan, saya jelas sangat senang dengan kinerja dan sangat kecewa tidak menang. Kami memimpin sampai menit terakhir dan telah melakukan segalanya untuk pantas mendapatkan kemenangan,” kuncinya. (amr)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Amir