Pemain Madrid Pakai Jurus “Emang Gue Pikirin” Tanggapi Tudingan Dibantu VAR

Foto: MARCA

FAJAR.CO.ID, MADRID—Pemain Real Madrid tidak ingin terpancing dengan tudingan miring soal “bantuan” wasit dan Video Asisten Wasit (VAR) dalam kemenangan yang mereka raih belakangan ini. Pemain Los Blancos memakai jurus EGP alias Emang Gue Pikirin untuk menanggapi hal itu.

Bek Real Madrid, Raphael Varane menegaskan, penampilan timnya memang bagus dan diskusi tentang VAR dalam beberapa pekan terakhir tidak menjadi masalah bagi dia dan rekan setimnya. “Suara bising di luar tidak masalah bagi kami,” katanya setelah pertandingan kontra Alaves

Varane menegaskan, mereka sama sekali tidak tertarik membahas kontroversi. “Kami mengontrol sikap kami yang kami tunjukkan di lapangan. Kami fokus pada tujuan kami dan kami memiliki tiga final tersisa,” tegasnya dikutip dari MARCA.

“Penting untuk menang, tentu saja, tetapi sangat penting untuk menjaga clean sheet, yang memberi kami banyak kepercayaan diri. Kami akan melanjutkan dengan semangat positif yang kami miliki,” lanjutnya.

Pelatih Madrid, Zinedine Zidane juga tidak ingin pusing memikirkan tudingan miring setelah tiga kemenangan terakhir timnya dianggap tak lepas dari hadiah penalti yang diberikan wasit. Pelatih asal Prancis itu mengaku tidak terlalu banyak membacanya.

Yang terpenting kata dia adalah timnya mencetak gol karena usaha keras mereka di lapangan. “Jika ada penalti maka ada penalti. Itu langkah yang baik. Itu saja. Yang penting adalah bahwa kita mencetak gol,” ujarnya.

Real Madrid kembali mendapatkan hadiah penalti dalam laga kontra Deportivo Alaves, Sabtu, hari ini. Penalti diberikan wasit Jesus Gil di menit ke-11 setelah menganggap Ximo Navarro melanggar Ferland Mendy di kotak terlarang.

Penalti itu dieksekusi dengan baik oleh Karim Benzema. Dengan Marco Asensio menambah satu gol lagi di menit ke-50, Madrid pun menang 2-0 dan mengamankan posisi mereka di puncak klasemen dengan keunggulan empat angka di atas Barcelona.

Seperti di laga sebelumnya, kemenangan Madrid pun diributkan. Penalti Madrid dianggap sebagai hadiah dari wasit. Mantang Direktur Olahraga Barcelona, Toni Freixa menganggap penalti itu tidak pantas bagi Madrid.

Toni Freixa yang juga mantan manajer sekaligus mantan juru bicara Barcelona, melontarkan kritiknya melalui Twitter. Menurutnya, selain bukan pelanggaran, insidennya juga terjadi di luar kotak penalti.

“Hampir tidak ada kontak dan terjadi di luar daerah. Tidak ada revisi VAR. Semuanya terikat dan terikat dengan baik. Dan yang lebih buruk, mereka sangat senang melakukan apa yang telah mereka lakukan sepanjang hidup mereka,” tulis Toni Freixa.

Pakar wasit, Juan Andujar Oliver sendiri mendukung keputusan wasit. Bagi dia, Madrid pantas mendapatkan hadiah penalti karena Ximo Navarro memang melakukan pelanggaran. “Tindakan yang sangat naif oleh Ximo Navarro, yang jelas-jelas menjatuhkan Mendy,” kata Andujar Oliver kepada Radio MARCA.

Soal tudingan Toni Freixa bahwa insiden terjadi di luar kotak penalti, Oliver menyebut itu salah. “Satu-satunya keraguan adalah jika itu berada di dalam area tetapi replay mengklarifikasi bahwa pelanggaran dari full-back Alaves terjadi di dalam,” tegasnya. (amr)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Amir