Pioli Puas Milan Akhirnya Kalahkan Klub Besar, Fonseca: Roma Beri Hadiah

Stefano Pioli/Getty Images

FAJAR.CO.ID, MILAN—Pelatih AC Milan, Stefano Pioli merayakan kemenangan 2-0 timnya atas AS Roma dengan suka cita. Menurutnya, setelah menunggu lama, mereka akhirnya bisa mengalahkan salah satu klub besar di Serie A.

Dalam laga yang berlangsung di San Siro, AC Milan menundukkan Roma lewat gol Ante Rebic di menit ke-76 dan Hakan Calhanoglu pada menit ke-89. Bagi Rossoneri, ini kemenangan kedua berturut-turut di Serie A setelah menang 4-1 di Lecce.

Ini merupakan keberhasilan pertama Milan meraih kemenangan melawan tim di enam besar musim ini. Dan menurut Pioli, hasil luar biasa tersebut pantas bagi anak asuhnya. “Kami sepatutnya memenangkan pertandingan karena kami bekerja sebagai tim sepanjang laga, bahkan dengan beberapa kesalahan, dan sudah lama sejak kami menang melawan salah satu klub besar,” kata Pioli di DAZN.

Ia yakin hasil ini akan meningkatkan kepercayaan diri timnya yang masih berjuang lolos ke kompetisi Eropa. “Kami hanya benar-benar buruk melawan Atalanta. Oleh karena itu kemenangan ini meningkatkan kepercayaan diri, tetapi pertandingan berikutnya selalu yang paling penting,” tandasnya.

Di kubu Roma, pelatih Paulo Fonseca menyalahkan timnya untuk kekalahan ini. Menurutnya, pemainnya seperti memberi hadiah pada tuan rumah. “Mereka nyaris tidak menciptakan apa-apa, kami menghadiahkannya kepada mereka,” ujarnya kesal kepada DAZN.

Ia menegaskan, permainan mereka sangat bagus di paruh pertama. “Kami bermain bagus di babak pertama, pertandingan yang seimbang dan kami mengendalikannya. Sekitar 10 menit setelah restart, Milan menekan lebih tinggi, tetapi tanpa menciptakan peluang nyata,” jelasnya.

“Kami memberi mereka permainan dengan situasi yang sama yang membuat kami kebobolan melawan Sampdoria. Jelas, itu menjadi lebih sulit ketika gol terjadi, karena Milan lebih tajam dari kami, setelah memainkan lebih banyak pertandingan. Milan nyaris tidak menciptakan apa pun, kami menghadiahkannya kepada mereka dan tidak memiliki pembenaran,” sesalnya. (amr)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Amir