Penyakit Messi-sentris yang Berbahaya

Lionel Messi/Screenshot/FC Barcelona

FAJAR.CO.ID, VIGO—Penampilan Barcelona di lima laga awal pasca restart La Liga masih mengecewakan. Raksasa Catalan di setiap pertandingan lagi-lagi kembali mempertontonkan ketergantungan pada sosok Lionel Messi.

Saat ditahan imbang Celta Vigo, akhir pekan kemarin, itu tampak dengan jelas. Dua gol Blaugrana yang dicetak Luis Suarez semuanya merupakan hasil kreasi sang kapten yang semakin mempertegas label mereka; Messi-sentris.

Sejak restart La Liga, Messi terlibat dalam tujuh dari sembilan gol klubnya. Dalam laga kontra Mallorca, Leganes, Athletic Bilbao dan Vigo, Messi mencetak dua gol dan lima assist. Satu-satunya laga dimana Messi tanpa gol dan assist adalah ketika Barca ditahan imbang 0-0 oleh Sevilla. Itu jelas penyakit berbahaya bagi tim seperti Barca.

Tak hanya Messi-sentris, sang juara bertahan juga kembali mengulang performa buruk seperti sebelum liga dihentikan sementara. Pertahanan terlalu rapuh, gampang melakukan kesalahan, minim kreasi, serta tidak konsisten. Mereka bermain bagus di babak pertama lalu memburuk di paruh kedua.

Dalam pertandingan kemarin, Samuel Umtiti melakukan kesalahan yang memicu gol pertama tuan rumah yang dicetak Fedor Smolov di menit ke-50. Meski gol tendangan bebas Iago Aspas di menit ke-88 masih bisa diperdebatkan lantaran tudingan diving pada Rafinha, secara umum Barca memang tidak pantas menang.

Barca boleh saja mengklaim mendominasi laga dengan penguasaan bola hingga 67 persen. Tapi, bicara peluang, mereka kalah telak. Messi dan kawan-kawan hanya melepaskan dua tembakan tepat sasaran berbanding tujuh milik tuan rumah. Vigo juga punya setidaknya dua peluang emas lainnya di depan gawang yang bisa diselamatkan Marc-Andre ter Stegen.

Makanya, dimaklumi ketika Suarez yang mencetak gol di menit ke-20 dan 67 mengaku agak frustrasi. “Kami kehilangan dua poin dan kami harus memperbaiki kesalahan kami untuk meningkatkan diri. Saya senang telah membantu tim, tapi saya punya perasaan jengkel dan frustrasi. Kami mesti menganalisis situasi-situasi itu,” kata Suarez di MARCA.

Setien juga mengakui performa buruk anak asuhnya, khusus terkait konsistensi penampilan mereka sepanjang 90 menit. “Kita seharusnya tidak masuk ke dalam situasi itu karena kami tim yang jauh lebih baik di babak pertama. Kami harus masuk saat istirahat dengan skor yang lebih nyaman,” keluhnya.

Antoine Griezmann ditinggalkan di bangku cadangan oleh Setien yang lebih suka memainkan penyerang 17 tahun, Ansu Fati di sayap kiri. Soal ini, Setien menegaskan itu hanya bagian dari strategi. “Saya tidak fokus pada apakah pemain itu mahal atau murah ketika saya memilih mereka,” tegasnya. (amr)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Amir