Juara Bundesliga, Pelatih Bayern, Hans Flick tak Berani Sesumbar di Liga Champions

Hansi Flick/Getty Images

FAJAR.CO.ID, BREMEN—Pelatih Bayern Munchen, Hansi Flick sangat puas setelah anak asuhnya berhasil mengunci gelar Bundesliga. Ia langsung membidik trofi selanjutnya, DFB-Pokal dimana mereka sudah lolos ke final untuk menghadapi Bayer Leverkusen.

“Penghargaan untuk tim! Cara kami bermain dalam beberapa bulan terakhir – Anda merasakan gairah, karakter, kegembiraan bermain, semangat juang. Bremen tidak ingin melakukannya terlalu banyak pada awalnya, tetapi kemudian mereka mengumpulkan keberanian mereka,” jelas Flick di situs resmi Bayern.

“Tidak ada kritik hari ini. Anda harus menekankan bagaimana tim telah mencapai ini. Anda tidak pernah berhasil sendirian, hanya bersama. Sangat menyenangkan bagi saya untuk terlibat. Kelompok tersebut mempersonifikasikan kepercayaan diri ‘Mia san Mia’. Para pemuda memiliki kualitas luar biasa dan staf pelatih mempercayai mereka,” jelasnya.

Bayern masih memiliki dua kesempatan menambah gelar. Selain DFB-Pokal, mereka juga sudah hampir pasti lolos ke babak delapan besar Liga Champions. Khusus di Liga Champions, Flick tak berani terlalu sesumbar.

“Ini Bayern Munich, targetnya selalu tinggi. Kami telah mencapai yang pertama sekarang, yang berikutnya adalah piala. Anda tidak dapat merencanakan Liga Champions. Itu akan selalu menjadi satu pertandingan. Kita harus dalam kondisi prima ketika saatnya tiba,” tandasnya.

Bayern Munchen mengunci gelar Bundesliga 2019/2020 di markas Werder Bremen pada Rabu hari ini. Tampil di Wohninvest-Weser-Stadion, Bayern mengalahkan tuan rumah dengan skor tipis 1-0 untuk memastikan diri sebagai jawara liga.

Penyerang Die Roten, Robert Lewandowski menjadi pahlawan kemenangan pasukan Hansi Flick. Ia mencetak satu satunya gol di pertandingan ini pada menit ke-43 setelah memanfaatkan umpan dari Jerome Boateng.

Bayern yang menurut data Live Score melakukan penguasaan bola hingga 60 persen, sebenarnya bermain dengan sepuluh orang sejak menit ke-79. Bek muda, Alphonso Davies diusir wasit Harm Osmers setelah menerima kartu kuning kedua. Akan tetapi, keunggulan jumlah pemain itu tidak mampu dimaksimalkan tuan rumah.

Dengan kemenangan ini, Bayern meraih gelar kedelapan mereka sekaligus memperbaiki rekornya di Bundesliga. Mereka menjadi klub dengan torehan gelar beruntun terpanjang. Di lima liga elite Eropa, Bayern untuk sementara menyamai rekor Juventus di Serie A.

Dalam sepuluh musim terakhir, dominasi Bayern hanya mampu diganggu musuh bebiyutannya, Borussia Dortmund. Die Borussen, julukan Dortmund meraih dua gelar dalam satu dekade terakhir. (amr)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Amir