PSSI Keluarkan Protokol Kesehatan, Pemain Wajib Rafid Tes Setiap Pekan

Gelandang Persebaya Rendi Irwan diperiksa suhu tubuhnya saat tiba di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya (13/3). (Angger Bondan/Jawa Pos)

SPORT.FAJAR.CO.ID — PSSI sudah mengeluarkan protokol kesehatan. Ada tujuh poin yang dibuat. Di antaranya, setiap klub wajib melakukan rapid test kepada seluruh pemain satu kali dalam sepekan.

Pemain Persebaya Surabaya menyambut baik. ’’Kesehatan adalah prioritas utama untuk saat ini. Masalah harus benar-benar klir sebelum melanjutkan Liga 1,’’ kata Hansamu Yama kepada Jawa Pos.

Karena itu, rapid test dinilai pas untuk mengontrol kesehatan pemain. ’’Entah harus tes atau apa, bagi saya kesehatan harus diutamakan,’’ tambahnya.

Hal senada diungkapkan bek muda Koko Ari Araya. Dia tahu ada kewajiban rapid test sekali dalam sepekan. Pemain 20 tahun tersebut sama sekali tidak keberatan. ’’Itu (rapid test) malah bagus buat pemain. Jadi, kalau ada yang terindikasi (Covid-19), kan bisa langsung ditangani,’’ ucap pemain jebolan tim internal HBS tersebut.

Hansamu maupun Koko ingin seluruh pemain yang tampil di lapangan dalam kondisi sehat. Tidak ada yang reaktif Covid-19. Jika sampai ada pemain yang reaktif dan dibiarkan bermain, hal itu sangat berbahaya. Sebab, bisa saja malah pemain lain yang bakal tertular. Kondisi yang jelas tidak diinginkan seluruh pemain di Liga 1 2020.

Selain rapid test, ada poin yang mewajibkan pemain memakai masker. Bukan saat pertandingan, melainkan dalam latihan. Saat datang dan keluar tempat latihan, pemain diwajibkan memakai masker. Hansamu juga menerima aturan tersebut. ’’Virus ini (Covid-19) menular lewat kontak fisik. Jadi, yang paling utama semua elemen harus dalam kondisi sehat saat latihan,’’ jelas mantan pemain Barito Putera tersebut.

Karena harus berduel, kesehatan pemain jadi yang paling penting. ’’Soalnya dalam latihan pasti ada kontak fisik secara langsung antar pemain,’’ jelas kapten timnas di ajang AFF Cup 2018 itu. Meski begitu, bukan berarti tim pelatih sampai staf ofisial tidak diperhatikan. ’’Semua yang datang ke latihan harus dalam kondisi sehat,’’ tambah suami Zerlinda Gitta Anggraeni itu.

Kali terakhir Persebaya melakukan latihan di lapangan pada 21 Maret lalu. Artinya, nyaris tiga bulan pemain tidak berlatih bersama di lapangan. Selama ini, mereka hanya rutin melakukan latihan online. Itu pun sampai saat ini masih diliburkan. Meski begitu, beberapa pemain tetap menjaga kondisi secara mandiri.

Koko bahkan rajin olahraga di gym. Dia sempat mengasah kondisinya di gym Apartemen Puncak Marina, Surabaya. Padahal, tidak ada kewajiban baginya untuk berlatih. ’’Ini (latihan) inisiatif saya sendiri. Ya jaga kondisi saja selama libur. Jadi, nanti kalau kompetisi sudah berjalan, saya nggak kaget karena sudah sering berlatih,’’ jelas pemain yang berposisi sebagai bek kanan tersebut.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : achi