Curhat Lorenzo: Dari Cedera, Motor, hingga Kekecewaannya

by
Jorge Lorenzo/Crash

FAJAR.CO.ID, MOTEGI—Jorge Lorenzo mengeluarkan isi hatinya terkait penampilan mengecewakannya musim ini. Rider Repsol Honda itu mengakui bahwa ia mengharapkan lebih pada musim debutnya di Honda, akan tetapi ia tidak pernah memiliki kesempatan karena masalah kebugaran.

“Ketika saya pertama kali menandatangani kontrak dengan Honda, saya berharap lebih. Mungkin tidak harus berjuang untuk gelar juara, tetapi bukan hasil yang saya dapatkan sekarang,” katanya kecewa seperti dikutip dari Crash.

Bagi rider Spanyol itu, cedera benar-benar sangat mengganggunya. “Di Aragon [tahun lalu] saya mengalami cedera kaki, kemudian di Thailand cedera di tangan, lalu di pra-musim cedera skafoid, di Qatar saya patah tulang rusuk dan kemudian di Assen saya mematahkan punggung,” keluhnya.

Rentetan masalah kebugaran itu membuat ia kesulitan bersaing. “Jadi saya tidak pernah 100% dengan motor ini. Ini sangat mempengaruhi hasil saya. Punggung saya terasa lebih baik, setiap minggu saya merasakan peningkatan kecil. Tapi itu proses yang sangat panjang. Jadi lambat, pemulihannya,” tuturnya.

Di sisi teknis, Lorenzo juga terpapar masalah. Ia berusaha meningkatkan cengkeraman belakang, tetapi harga yang mesti ia bayar adalah kehilangan stabilitas pada bagian depan motornya. “Kami sedang mencoba beberapa pengaturan berbeda tetapi jujur ​​ketika Anda ingin mendapatkan pegangan [belakang] Anda kehilangan stabilitas depan. Jadi akhirnya Anda tidak pernah mendapatkan apa-apa,” ujar Lorenzo.

Pemilik tiga gelar juara dunia MotoGP itu mengatakan, semuanya serba sulit bagi dia. Namun, ia bersama timnya tidak pernah menyerah. “Untuk saat ini kami tidak menemukan pengaturan yang tepat untuk saya. Ayo terus mencoba dan mari kita lihat. Di sini kita memiliki beberapa barang lama untuk diuji ulang yang dapat memberi kita sesuatu yang lebih,” tegasnya.

Terkait balapan di Jepang, akhir pekan ini, Lorenzo tak muluk-muluk. Tetapi, ia mengkalim ini salah satu sirkuit favortinya. “Motegi selalu menjadi salah satu trek favorit saya, terutama karena tarmaknya sangat rata dan grippy, yang selalu bagus untuk saya berkendara. Jadi mudah-mudahan di sini kita dapat membuat hasil yang lebih baik daripada Thailand dan terutama tiga balapan terakhir, memperjuangkan poin dan menjadi lebih cepat,” katanya.

Di akhir curhatnya, Lorenzo menegaskan mencoba untuk tetap positif mengarungi musim grand prix yang merupakan tahun terburuknya sejak ia melakoni debut 2002 silam di kelas 125cc. “Tidak ada pilihan yang lebih baik dalam hidup daripada berpikir positif. Bahkan jika situasinya rumit secara profesional, seperti situasi saya sekarang, tidak ada cara lain,” jelasnya.

“Cobalah terus berjuang, terus mencoba hal-hal baru di motor agar merasa lebih baik dan mencoba memahami beberapa cara untuk mengambil lebih banyak kinerja dari motor,” kunci Lorenzo yang hanya mencetak empat poin di empat balapan sejak kembali dari cedera punggung. (amr)

loading...


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *