Preview Inter vs Juventus: Lebih Panas Karena Conte

by
Antonio Conte siap menghadapi mantan klubnya/Inter Milan FC

FAJAR.CO.ID, MILAN—Duel perebutan takhta Serie A Italia yang mempertemukan Inter Milan dan Juventus akan tersaji di Stadio Giuseppe Meazza, Senin, 7 Oktober, dinihari nanti. Derby D’Italia ini diprediksi bakal lebih panas dari biasanya karena kehadiran Antonio Conte di kubu Inter.

Seperti diketahui, Conte adalah salah satu legenda Juventus. Ia bahkan merupakan sosok spesial karena kesuksesan yang ia raih sebagai pemain ataupun pelatih. Tidak mengherankan, ia dicap pengkhianat ketika memutuskan melatih Inter yang jadi musuh bebuyutan Si Nyonya Tua di Serie A.

Namun, Conte mencoba mengabaikan “serangan” yang dilancarkan kubu Juve. Ia memilih bicara soal antusiasmenya menyambut derbi ini. “Saya mengharapkan pertandingan antara dua pihak yang saat ini berada di puncak klasemen Seri A,” kata Conte dalam konferensi persnya dikutip dari Football Italia.

“Ini adalah tim-tim yang sejauh ini telah melakukan hal yang lebih baik daripada yang lain, tetapi kami baru di Minggu 7. Nilai-nilai sebenarnya dari klub akan muncul dari waktu ke waktu, itulah sebabnya saya selalu mengatakan kami akan mengerjakan ambisi kami nanti dan lihat peran apa yang dapat kita miliki dalam kampanye ini,” tegasnya.

Mantan pelatih Italia itu menegaskan, ini adalah laga besar yang mesti mereka menangkan. “Apa yang dapat kita yakini adalah bahwa ini adalah Derby d’Italia, permainan besar yang semua orang ingin tonton. Kita harus memiliki keinginan, antusiasme, dan keberanian untuk memainkan pertandingan jenis ini,” jelasnya.

Inter menyongsong laga ini dengan bekal kekalahan 1-2 dari Barcelona di Liga Champions. Namun, Conte tak khawatir. “Setiap pertandingan adalah langkah lain dalam perjalanan dan proses pertumbuhan, termasuk kekalahan di Barcelona, ​​karena kami mengevaluasi apa yang kami lakukan dengan benar dan apa yang perlu diubah,” ujar Conte.

Meski begitu, Conte yang untuk pertama kalinya akan berhadapan dengan Juventus sejak meninggalkan klub itu pada 2014 memastikan ini akan jadi laga berat. “Kami menghadapi tim yang telah menetapkan standar di Serie A selama bertahun-tahun dan juga bermain bagus di Eropa. Penghargaan tersebut diberikan kepada mereka yang bekerja di sana selama bertahun-tahun dan menciptakan tim andalan yang nyata. Mereka bekerja dengan baik dan memberi contoh bagi orang lain, itu tidak diragukan,” tandasnya.

Alexis Sanchez akan absen di laga ini karena sanksi kartu merah. Sementara Romelu Lukaku yang diistirahatkan di markas Barcelona karena masalah otot masih akan ditunggu perkembangannya jelang kickoff. Namun, pemain utama lainnya seluruhnya dalam kondisi siap tempur.

Di kubu Juventus, mereka juga punya ambisi besar memenangi pertandingan sekaligus memberi kekalahan pertama pada Inter musim ini. Target itu cukup realistis mengingat anak asuh Maurizio Sarri memenangi empat pertandingan terakhir mereka, termasuk kemenangan 3-0 atas Bayer Leverkusen di Liga Champions.

Tapi, seperti Conte, Sarri tetap memberi respek pada calon lawannya. “Kami menghadapi tim yang kuat, dalam kondisi bagus, sebagaimana dibuktikan dengan kinerja luar biasa mereka melawan Barcelona. Anda tidak dapat mengatakan satu atau yang lain adalah favorit dalam pertandingan ini,” tegas Sarri.

Bagi Sarri, Inter cukup paripurna sebagai tim. “Ini tim yang kuat, solid, dan ketika mengambil kendali permainan itu berbahaya, sedangkan di luar kendali mereka bagus di serangan balik dan bertahan dengan baik. Saya telah melihat permainan Inter yang kuat musim ini,” ujarnya.

Selain Mattia De Sciglio, Danilo, Giorgio Chiellini dan Douglas Costa yang absen karena masih cedera, tidak ada masalah baru bagi Juventus. Jadi, yang menarik ditunggu hanya bagaimana Sarri akan meramu lini serangnya setelah Paulo Dybala dan Gonzalo Higuain mulai menunjukkan performa bagus bersama Cristiano Ronaldo. Sementara di sektor belakang, Matthijs De Ligt dipastikan akan mendampingi Leonardo Bonucci.

Juve sejauh ini tidak memiliki rekor hebat di Kota Milan melawan Inter. Mereka hanya meraih tiga kemenangan sejak Desember 2011. Musim lalu, kedua klub bermain 1-1 di Giuseppe Meazza. Tapi, Inter juga hanya memenangi satu dari 13 pertemuan Serie A terakhir mereka dengan Juventus, yakni ketika unggul 2-1 pada September 2016 bersama pelatih Frank de Boer. Selebihnya, mereka imbang lima kali dan kalah tujuh kali. (amr)

Prakiraan Pemain

Inter Milan (3-5-2): Handanovic; Godin, De Vrij, Skriniar; D’Ambrosio, Barella, Brozovic, Sensi, Asamoah; Lautaro Martinez, R Lukaku

Juventus (4-3-1-2): Buffon; Cuadrado, Bonucci, De Ligt, Sandro; Khedira, Pjanic, Matuidi; Ramsey; Ronaldo, Higuain

loading...


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *