Zidane: Kita Bisa Menyalahkan Thibaut, tetapi Kita Semua Terlibat

by
Screenshot/YouTube

FAJAR.CO.ID, MADRID—Real Madrid secara mengejutkan diimbangi Club Brugge di Santiago Bernabeu. Penampilan kiper, Thibaut Courtois menjadi sorotan setelah ia terlihat kebobolan gol-gol mudah tim tamu.

Pasca laga, Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane pun membahas soal sang kiper kepada media. Apalagi, ia memutuskan mengganti penjaga gawang timnas Belgia itu dibabak kedua. “Courtois tidak dalam kondisi baik dan tidak bisa melanjutkan,” jelasnya di situs resmi UEFA.

Bagi Zidane, kekalahan ini tanggung jawab kolektif. Khususnya dia sebagai pelatih. “Saya sama sekali tidak khawatir tentang bentuk Thibaut atau apa pun. Satu-satunya hal yang menarik minat saya adalah melakukan hal-hal dengan baik, seperti yang kami lakukan di sepatuh babak kedua. Kita bisa menyalahkan Thibaut tetapi kita semua terlibat, aku lebih dari siapa pun,” tegasnya.

BACA JUGA:

Pelatih Bayern Akui Tidak Percaya Bisa Menang 7-2 di Markas Spurs

Spurs Kalah 2-7, Pochettino: Terlalu Sulit Menerima Hasil Ini

Kata Pelatih Brugge: Kami Berhasil Matikan Lini Tengah Madrid

Klasemen Liga Champions: PSG, Bayern, Manchester City, dan Juventus Kuasai Takhta

Hasil Lengkap Liga Champions Rabu 2 Oktober

Pada laga di Santiago Bernabeu, Rabu, 2 Oktober, dinihari Wita, Madrid yang menekan sejak awal dengan trisula mereka; Lucas Vazquez, Karim Benzema, dan Eden Hazard dikejutkan dengan gol tim tamu saat laga baru berjalan sembilan menit.

Diawali serangan dari sisi kiri, Percy Tahu mengirim umpan ke depan gawang. Emmanuel Dennis yang menerima bola di dalam kotak penalti tampak salah dalam mengontrol bola. Namun, bola yang lepas dari penguasaannya malah membuat kiper Madrid, Thibaut Courtois mati langkah dan bola bergulir masuk ke dalam gawang.

Madrid mencoba bangkit setelah tertinggal. Akan tetapi, sebuah kesalahan Luka Modric membuat pendukung tuan rumah kembali terdiam. Emmanuel Dennis yang mendapat bola bisa menaklukkan Courtois untuk kali kedua.

Seperti gol pertamanya, gol ini juga tampak seperti sebuah gol keberuntungan. Dennis yang kehilangan keseimbangan melepaskan bola lob yang tidak bisa dijangkau kiper yang maju menutup ruang tembaknya. Meski terus menekan, Madrid kesulitan menembus pertahanan tamunya. Skor 0-2 pun menjadi hasil akhir babak pertama.

Kembali dari ruang ganti, Pelatih Madrid, Zinedine Zidane menarik keluar penjaga gawang, Courtois dan Nacho Fernandez dan memasukkan Alphonse Areola serta Marcelo. Masuknya Marcelo membuat serangan Madrid lebih berbahaya.

Namun, mereka nyaris kembali jebol ketika Dennis lepas dari jebakan ofside. Beruntung Areola mampu melakukan penyelamatan gemilang untuk menggagalkan Dennis mencetak hattrick. Dan itu kemudian menjadi momentum Madrid untuk bangkit.

Pada menit ke-56, Sergio Ramos bisa memperkecil ketertinggalan. Sang kapten menaklukkan kiper Brugge, Simon Mignolet lewat tandukan usai menerima umpan dari Karim Benzema. Gol ini awalnya terlihat berbau ofside. Namun, VAR kemudian mengesahkannya.

Setelah gol itu, Madrid terus mengurung pertahanan tamunya. Dan demi menambah daya gedor, Vinicius Junior dimasukkan Zidane untuk menggantikan Lucas Vazquez.Masuknya Vini membuat pemain Brugge harus bekerja lebih keras.

Petaka datang bagi tim tamu ketika kapten mereka, Ruud Vormer diusir wasit akibat mendapat kartu kuning kedua setelah melanggar Vinicius di menit ke-84. Pelanggaran itu akhirnya menjadi penyelamat Madrid. Toni Kroos yang menjadi eksekutor mengirim umpan ke depan gawang yang ditanduk Casemiro. Skor 2-2 pun menjadi hasil akhir. (amr)

loading...


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *