Catatan Syamsuddin Umar Usai Indonesia Kalah Dari Malaysia

by
Foto: JPNN

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Hasil memalukan didapat Timnas Indonesia di laga perdana babak Kualifikasi Grup G Piala Dunia 2022. Bermain di markas sediri di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Tim Garuda kalah 2-3.

Kekalahan ini diluar prediksi siapapun.Tim Garuda yang selalu menang atas Malaysia di markas sendiri terlihat tak berkutik atas Harimau Malaya –julukan Malaysia. Tim tamu justru lebih percaya diri dan terorganisasi di bawah tekanan puluhan ribu suporter Indonesia.

BACA JUGA : dilempari-di-gbk-menteri-olahraga-malaysia-akan-lapor-fifa/

Pengamat Sepak Bola, Syamsuddin Umar mengatakan permainan Indonesia dengan umpan-umpan pendek akurat dan mengandalkan kecepatan dua wingernya sama sekali tidak terlihat.

Justru Malaysia yang hanya mengandalkan counter attack dan tertekan di babak pertama mampu menekan balik di babak kedua.

“Fisik dibabak kedua sangat menurun keliatan. Konsentrasi hilang. Daya ledak hilang. Passing pasing akurat tidak bisa dikontrol saat dipress,” kata Syam, Jumat (6/9).

Mantan pelatih timnas Indonesia ini menilai babak pertama Indonesia dominan karena masih segar. Sementara babak kedua banyak bertahan jauh di belakang. Di garis 16 pertahanan.

“Babak pertama hampir 3/4 lapangan kita menyerang. Itu pertanda kemampuan fisik diandalkan. Kalau kalah mereka inisiatif memburu bola. Tapi babak kedua tidak bisa lagi. Bahkan mundur dan masuk garis 16 pertahanan,” paparnya.

Hal itu pula yang menurutnya dua bola Malaysia masuk dengan begitu mudah. Bahkan terjadi satu meter dengan gawang yang dijaga Andritany Ardhiyasa.

Melalui Syafiq Ahmat pada menit ke 66′ lalu ditutup brace Mohamadou Sumareh pada menit ke 37′ dan 90′.

Sehingga membuat dua Alberto Goncalves pada menit ke 12′ dan 39′ tak berarti apa-apa. Meski Indonesia mampu unggul lebih dulu.

Untuk itu hal inilah yang ditekankannya harus di evaluasi. “Gelandang kita juga tidak berfungsi seperti babak pertama. Harus berpikir manfaatkan kesempatan saat menang bola. Itu yang tidak keliatan babak kedua,” kuncinya.

Untuk hasil ini, diakuinya kans Indonesia mencapai target lolos semakin berat. Laga selanjutnya akan menghadapi Thailand di SUGBK pada Selasa, 10 September mendatang. (gsa)

loading...


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *