Rapor Pemain PSM di Leg ke-2 Final Piala Indonesia

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR—Seluruh pemain PSM Makassar tampil luar biasa menghadapi Persija Jakarta di leg kedua final Piala Indonesia, Selasa, 6 Agustus, petang Wita. Namun, tentu saja ada pemain yang menonjol dan punya peran lebih besar sepanjang pertandingan.

Siapa saja mereka dan bagaimana rapor setiap pemain yang telah berhasil mengakhiri dahaga gelar 19 tahun Pasukan Ramang, berikut catatan Fajar Sports :

Rifky Mokodompit: 7,5

Meski jarang mendapat ancaman berarti sepanjang pertandingan, Rivky melakukan satu penyelamatan luar biasa di pertandingan ini ketika menepis sundulan jarak dekat Marko Simic di menit ke-85. Save itu membuat PSM mempertahankan keunggulan 2-0.

Aaron Evans: 9

Sang bek adalah aktor utama dalam kemenangan PSM atas Persija. Ia mencetak gol pembuka PSM di menit ke-3 sebelum memberi assist untuk gol Zulham Zamrun di awal babak kedua. Selain itu, ia hampir selalu bisa memenangi duel udara di kotak penalti yang membuat gawang PSM tak kebobolan. Ia layak menjadi man of the match alias penampil terbaik di leg kedua ini.

Abdulrahman: 7

Abdulrahman adalah sosok vital di lini pertahanan. Ia sepanjang pertandingan terus mengawal Marko Simic. Meski begitu, ia sempat melakukan beberapa pelanggaran di area sendiri yang membuat Persija bisa memberi ancaman lewat bola mati.

Asnawi Mangkualam Bahar: 8,5

Ia bermain melampaui batas usianya yang baru 19 tahun. Teknik tinggi mampu ia tunjukkan dalam menggiring bola di sisi sayap. Ia juga sangat berani berduel sehingga membuat Novri Setiawan seperti mati kutu. Penampilan luar biasanya di dua leg babak final membuat putra legenda PSM, Bahar Muharram itu layak untuk penobatannya sebagai pemain muda terbaik kompetisi ini. Asnawi dengan usianya saat ini adalah salah satu bek sayap terbaik Indonesia.

Beny Wahyudi: 7

Meski tidak semobile Asnawi di kanan, Beny Wahyudi mampu menjaga sektor kiri PSM dengan sangat baik. Ia juga kerap melakukan tusukan-tusukan ke pertahanan Persija dan mengirim umpan ke depan gawang. Sayang, ia melewatkan peluang emas di menit ke-12 ketika mendapat bola liar di depan gawang. Tendangannya mengenai tubuh kiper Persija Andritany.

Muhammad Arfan: 7,5

Mungkin munculnya M Arfan dalam barisan starter di leg kedua ini menjadi kejutan terbesar dari pelatih PSM. Namun, ia mampu menjawab kepercayaan itu dengan sangat baik. Gelandang muda ini sangat kuat berduel dan punya umpan-umpan matang. Salah satunya di injury time babak pertama ketika ia mengirim umpan jauh ke Ferdinand Sinaga yang tendangannya masih membentur tiang gawang. Dengan usianya yang masih sangat muda, ia aset berharga PSM.

Rizky Pellu: 7

Ia sekali lagi memperlihatkan dirinya sebagai salah satu pemain yang sangat tangguh di lini tengah. Daya jelajah yang luar biasa membuatnya menjadi salah satu pemain yang paling “capek” sepanjang 90 menit. Sikap petarung ala Pasukan Ramang mengalir dalam diri Rizky Pellu.

Wiljan Plium: 8

Pemain asal Belanda ini beberapa kali kehilangan bola di lini tengah. Akan tetapi, tidak ada yang menutup mata untuk peran besarnya di leg kedua babak final Piala Indonesia. Ia adalah aktor utama di balik kartu merah Sandi Sute. Selain itu, assist lewat sepak pojok kepada Aaron Evans menjadi awal pesta PSM. Ia juga adalah pengatur ritme permainan PSM dan pemain yang paling banyak menyedot perhatian lawan.

Fedinand Sinaga: 7

Walaupun melewatkan kesempatan mengakhiri perlawanan Persija di menit ke-90 ketika tembakannya melenceng di sisi kiri gawang yang sudah ditinggalkan Andritani, Ferdinand Sinaga tetap sosok vital. Di tengah minimnya pilihan di lini depan, ia adalah striker yang selalu siap mengisi lini depan Tim Juku Eja.

Guy Junior: 6

Harus digantikan di babak pertama akibat cedera, sang bomber gagal menunjukkan kemampuan terbaiknya.

M Rahmat: 7,5

Sejak kickoff babak pertama, Rahmat adalah pemain yang paling merepotkan barisan pertahanan Persija. Tak heran, ia beberapa kali harus dilanggar. Sandi Sute menerima kartu kuning pertamanya ketika melakukan pelanggaran keras pada Rahmat. Ia juga menjadi penyebab Ryuji Utomo mendapat kartu kuning di awal babak pertama sehingga tidak bisa maksimal dalam mengawal pertahanan Persija karena khawatir dengan kartu merah.

Pemain pengganti:

Zulham Zamrun: 8,5

Kendati berstatus pemain pengganti, Zulham menjadikan leg kedua final ini sebagai panggung pembuktian bahwa ia masih layak membela Tim Garuda. Gol sundulannya di awal babak kedua memperlihatkan bagaimana insting pembunuh masih ia miliki. Dan melihat aksi-aksinya di lapangan, cara ia mengirim umpan kepada rekannya dan bagaimana ia memusingkan Rezaldy Hehanusa sejak ia menginjak rumput, ia benar-benar seniman bola yang tahu cara menghibur penonton. Tak perlu menyamakannya dengan Cristiano Ronaldo, tapi jelas ia layak menjadi pemain terbaik Piala Indonesia sekaligus top skor.

M Rasyid Bakri: 6

Masuk di menit ke-90 untuk menggantikan Arfan, sulit menilai penampilan Sang Pangeran. Namun PSM butuh pemain seperti dia yang lebih berpengalaman dan kuat dalam bertarung di menit-menit krusial.

Darije Kalesic (Pelatih): 8

Keberaniannya memainkan M Arfan untuk mengisi tempat Marc Klok adalah bukti  bagaimana ia paham akan jenis permainan dan pemain yang dibutuhkan PSM untuk mengalahkan Persija Jakarta. (amr)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Amir