Pesan Dosen FIK UNM, Hati-hati Provokasi Pemain Persija

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR—PSM Makassar akan melakoni laga tunda kontra Persija Jakarta di leg kedua Babak Final Piala Indonesia di Stadion Andi Mattalatta, besok sore. Setelah kalah 0-1 di leg pertama, Pasukan Ramang membutuhkan kemenangan minimal dua gol untuk membalikkan keadaan.

Sebagai tuan rumah yang punya tradisi bagus bermain di kandang, peluang PSM merengkuh gelar sangat terbuka. Namun, persiapan PSM benar-benar harus matang. Bukan hanya taktik dan strategi tapi juga mental pemain sepanjang 90 menit pertandingan.

Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Makassar, DR Hasyim M.Pd menegaskan, salah satu yang paling harus diwaspadai adalah provokasi lawan yang bisa merusak permainan. “PSM jangan mudah terprovokasi karena lawan pasti mencari celah untuk bagaimana merugikan tim Juku Eja. Salah satu contoh, kemarin PSM versus Bali ada dua pemain PSM yang mendapat kartu merah,” ujarnya.

Pengamat Olahraga asal Pinrang itu mengingatkan pentingnya PSM menjaga konsentrasi di menit-menit awal. Setelah kalah 0-1 di leg pertama, kebobolan lebih dulu di kandang akan sangat berbahaya. “PSM jangan kebobolan karena ini berat untuk mengejarnya apa lagi leg pertama sudah tertinggal 0-1,” katanya.

Ia mengatakan, PSM untuk leg kedua ini harus bermain secara terstruktur agar aliran bola dapat berjalan dengan baik sehingga pola penyerangan berjalan secara efektif. “Semoga Wiljam Pluim sudah pulih 100% agar suplai bola dari lini ke lini bisa berjalan dengan baik. Peran Pluim sangat diharapkan atas itu,” jelas Hasyim.

Secara khusus, Hasyim berharap pertandingan ini akan berjalan dengan fair. Karena itu, ia sangat mengharapkan wasit bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Asumsi publik bahwa ada skenario untuk memenangkan Persija harus bisa dimentahkan wasit yang jadi pengadil di lapangan. “Wasit harus adil dalam memimpin ,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya semua pihak menjaga sportivitas. Suporter menurutnya harus bisa membuktikan bahwa Makassar aman. Mereka wajib memberi yel-yel untuk membuat pemain PSM lebih tenang dan percaya diri bermain, tapi tetap dalam koridor yang baik.

“Mari menjadi tuan rumah yang baik, tidak anarkis. Tetap junjung tinggi sportivitas. Dan mari kita doakan bersama semoga pemain dan pelatih diberi kemudahan dalam pertandingan sehingga tim kebanggaan kita bisa memenangkan pertandingan dan juara,” tandasnya. (amr)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Amir