Pengamanan Final Piala Indonesia, Kapolda: Jaminannya Saya!

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pengamanan terhadap Persija Jakarta dalam partai final Piala Indonesia, Selasa (6/8) mendatang akan dilakukan semaksimal mungkin. Bahkan dijamin langsung oleh Kapolda Sulsel, Irjen Pol Hamidin.

“Kejadian kemarin tidak boleh terjadi lagi. Kita all out. Jaminannya saya. Bahwa itu aman,” tegas Hamidin saat memimpin rapat persiapan laga di Polrestabes Makassar, Rabu (31/7).

Mantan Kapolres Metro Jakarta Pusat ini menjelaskan, pengamanan untuk laga ini sudah sangat spesial. Dari pengalamannya laga lain, massa 20.000 itu bisanya hanya ditangani Polsek.

Belum lagi, kapasitas Stadion Gelora Andi Mattalatta lebih sedikit. Hanya 15.000. “Bayangkan. Ini tingkat jenderal yang turun. Panpel tolong sampaikan secara transparan agar pengamanan maksimal,” terang pria kelahiran 17 Oktober 1962.

Hamidin yakin tidak akan ada gesekan. Apalagi dua kelompok suporter dari dua klub yang bertanding tidak ada masalah. Mereka akur. “Biasanya yang rawan itu kalau suporternya berbenturan. Akan tetapi, inikan bersahabat,” jelasnya.

Soal pengamanan ekstra kepada Persija, Hamidin menjamin itu dari Bandara sampai Stadion. Begitupun sebaliknya sampai Persija kembali pulang ke Jakarta.

BACA JUGA : the-jakmania-tetap-ke-makassar-untuk-final-piala-indonesia/

Soal Persija yang meminta dijemput kendaraan Rantis hingga kembali lagi ke Bandara, Hamidin menegaskan kendaraan itu hanya digunakan saat situasi mendesak. “Tidak serta merta pakai Rantis. Tetap rantis ada di sekitar kita. Brimob cukup untuk kegiatan sepak bola,” pungkasnya.

Wakapolda Sulsel, Brigjen Pol Adnas, menambahkan bahwa dengan kondisi ini harkat dan martabat masyarakat Sulsel jadi taruhannya. Makanya, ia mengharapkan kerja sama panpel dan suporter untuk sama-sama saling menjaga.

“Di sekitar stadion tiap jengkal pun pasti ada polisi. Standar keamanan ini tidak main-main,” paparnya.

Adnas yang memimpin langsung kesiapan pengamanan di stadion tempo hari, tak ingin kembali batal. Makanya mulai dari tempat parkir dia memastikan harus steril. Tidak boleh lagi ada yang datang tanpa identitas.

“Jujur, kemarin masih ada petasan. Itu lewat mana. Besok tidak boleh satupun kembang api. Kalau perlu 18 ribu anggota Polda siap turun. Supaya masyarakat tahu, standar pengamanan ini menentukan di awal dan akhir,” pungkasnya. (tam)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Abadi