Preview Italia vs Liechtenstein: Mangsa Moise

by

FAJAR.CO.ID, PARMA—Italia wajib berpesta gol kala menjamu Liechtenstein di matchday kedua Grup J Kualifikasi Piala Eropa 2020, dinihari nanti. Penyerang muda, Moise Kean bisa memimpin misi ini.

Kean menjadi buah bibir setelah mencetak gol dalam laga debutnya kontra Finlandia. Golnya di laga ini menasbihkan penyerang Juventus berusia 19 tahun tersebut sebagai pemain termuda kedua yang mencetak gol untuk Italia.

Saat melesakkan golnya bersama Nicolo Barella, akhir pekan lalu, Kean berusia 19 tahun dan 23 hari. Sementara rekor pencetak gol termuda Italia masih dipegang Bruno Nicole yang mencetak gol ke gawang Prancis dalam usia 18 tahun 258 hari pada 9 November 1958.

Pelatih Italia, Roberto Mancini yang kini hanya memiliki 21 pemain setelah Stephan El Shaarawy dan Cristiano Piccini mengalami cedera kemungkinan akan memainkan Kean sebagai penyerang tengah sebagaimana posisi aslinya di Juventus. Ketika menghadapi Finlandia, ia bermain di sayap kiri pada babak pertama lalu digeser ke kanan pada paruh kedua.

Kalau opsi ini dipilih Federico Bernardeschi, Nicolo Zaniolo atau Matteo Politano bisa mendampinginya di sayap. Sedangkan kalau Kean masih diposisikan sebagai penyerang sayap, Mancini diprediksi akan memainkan Federico Bernardeschi dan Fabio Quagliarella sebagai rekannya di lini depan.

“Peran utama Kean adalah sebagai penyerang tengah, tetapi ia juga bisa bermain di kanan atau kiri. Dia memiliki kualitas yang luar biasa dan sangat berpengaruh pada level fisik, tetapi dia perlu tumbuh. Mungkin kurangnya stres adalah hal yang memberinya lebih banyak kekuatan saat ini,” kata Mancini di Football Italia.

Untuk laga kedua di Stadio Ennio Tardini, Parma ini, Mancini sudah mengumumkan akan melakukan sejumlah perubahan. Selain lini depan dimana Ciro Immobile kemungkinan ikut diparkir, sektor pertahanan juga akan sedikit berubah.

Kapten tim, Giorgio Chiellini diyakini akan diberi waktu istirahat. Dengan demikian, Leonardo Bonucci akan memimpin lini belakang. “Akan ada beberapa perubahan melawan Liechtenstein, terutama untuk membawa kesegaran. Kami akan melihat kondisi pemain,” jelas eks pelatih Inter Milan itu.

Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Gabriele Gravina berharap kemenangan 2-0 atas Finlandia membantu memajukan antusiasme tim Italia setelah kegagalan mereka lolos ke Piala Dunia 2018. “Awal yang positif akan membantu mendorong antusiasme yang telah diolah selama beberapa bulan terakhir,” kata Gravina kepada Rai Sport.

“Orang-orang menghargai Nazionale baru ini dan ada margin untuk ditingkatkan lebih lanjut, jadi terserah pada Pelatih Roberto Mancini untuk menemukan langkah yang tepat. Kami memiliki pertandingan lain pada hari Selasa (Rabu) melawan Liechtenstein dan itu adalah proses yang panjang untuk lolos ke Euro 2020,” tandasnya.

Melihat head to head kedua negara, harapan sang presiden untuk menyaksikan pertunjukan hebat di Parma cukup masuk akal. Seperti diketahui, dalam dua duel sebelumnya di kualifikasi Piala Dunia 2018, Gli Azzurri selalu berpesta gol dengan mencetak sembilan gol dan tanpa kebobolan. Selain itu, Liechtenstein baru saja ditekuk Yunani di laga perdana.

Meski begitu, anak asuh Helgi Kolvidsson tidak mau kehilangan harapan. “Jika kita bertahan dengan baik, setiap lawan memiliki masalah, tidak peduli siapa itu. Secara teoritis, ada kejutan di mana-mana. Jika kita masuk ke jeda dengan hasil imbang, Italia pasti akan gugup melawan kita,” tegas bek Sandro Wolfinger di Volksblatt edisi Senin. (amr)

Prakiraan Pemain

Italia (4-3-3): Donnarumma; Spinazzola, Bonucci, Romagnoli, Biraghi; Verratti, Sensi, Barella; Zaniolo, Moise Kean, Politano

Pelatih: Roberto Mancini

Liechtenstein (4-1-4-1): B. Buechel; Wolfinger, Kaufmann, Rechtsteiner, Goppel; Wieser; Hasler, M. Buechel, Polverino, Salanovic; Robin Gubser

Pelatih: Helgi Kolvidsson

Head to head

11/06/17 Italia 5-0 Liechtenstein

12/11/16 Liechtenstein 0-4 Italia

Lima pertandingan terakhir Italia

23/03/19 Italia 2-0 Finlandia

21/11/18 Italia 1-0 AS

17/11/18 Italia 0-0 Portugal

14/10/18 Polandia 0-1 Italia

11/10/18 Italia 1-1 Ukraina

Lima pertandingan terakhir Liechtenstein

24/03/19 Liechtenstein 0-2 Yunani

20/11/18 Liechtenstein 2-2 Armenia

17/11/18 Liechtenstein 0-2 Macedonia

17/10/18 Gibraltar 2-1 Liechtenstein

14/10/18 Macedonia 4-1 Liechtenstein

PERBANDINGAN KEKUATAN

RANGKING FIFA

Italia: 18

Liechtenstein: 181

RANGKING UEFA

Italia: 3

Liechtenstein: 31

STATISTIK KUALIFIKASI

3 tembakan tepat sasaran 0

8 tembakan melenceng 3

60 % penguasaan bola 30 %

5 tendangan sudut 3

5 offsides 1

12 pelanggaran 9

2 kartu kuning 0

0 kartu merah 0

DATA DAN FAKTA

Azzurri menghadapi Liechtenstein pertama kali di Rhein Park, Vaduz, pada 12 November 2016, dengan brace Belotti dan satu gol Immobile serta Candreva memberi mereka kemenangan 4-0.

Pada pertemuan kedua di kualifikasi Piala Dunia 2018, 11 Juni 2017, di Dacia Arena di Udine, Italia menang 5-0 lewat gol Insigne, Belotti, Eder, Bernardeschi, dan Gabbiadini.

Italia akan bermain untuk ketujuh kalinya di Parma dimana sebelumnya mereka meraih 5 kemenangan dan satu kekalahan. Satu-satunya kekalahan Azzurri di kota ini diderita saat takluk 1-2 dari Prancis pada uji coba, 14 November 2012. Saat itu, Italia memimpin lebih dulu lewat El Shaarawy sebelum dibalas Valbuena dan Gomis.

Italia mencetak 15 gol sejak kemenangan 5-0 atas Liechtenstein pada 11 Juni 2017. Ke-15 gol itu dicetak oleh 15 pemain berbeda yakni Moise Kean, Nicolo Barella, Matteo Politano, Cristiano Biraghi, Federico Bernardeschi, Jorginho, Simone Zaza, Leonardo Bonucci, Andrea Belotti, Mario Balotelli, Insigne Lorenzo, Antonio Candreva, Giorgio Chiellini, Ciro Immobile, Manolo Gabbiadini.

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *