News Update

Tunggu Audit dan Renovasi, Stadion Barombong Baru Bisa Dipakai Latihan PSM Makassar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Pembangunan Stadion Barombong yang menjadi homebase baru PSM Makassar segera dirampungkan. Sehingga harapan masyarakat Sulawesi Selatan menyaksikan tim Juku Eja berlaga stadion bertaraf internasional itu dapat terwujud.

Stadion yang dibangun Pemprov Sulsel menggunakan dana APBD ini telah rampung konstruksi fisiknya. Atapnya sudah selesai, namun masih akan dilakukan renovasi.

Pejabat Pembuat Komitmen (PKK) Stadion Barombong Muhlis mengungkapkan, kondisi stadion sebenarnya sudah memungkinkan untuk dipakai latihan. Tapi, masih akan dilakukan renovasi dan saat ini sedang dalam proses audit.

“Kalau latihan, inikan dipakai terus latihan sama anak-anak, orang masyarakat sekitar sini, bahkan All Star PSM. Sudah bisa dipakai latihan,” kata Muhlis melalui keterangan resminya, Minggu (10/2/2019).

Meski begitu, Muhlis menekankan, saat ini masih dapat dipakai latihan sebagai ajang promosi. Namun, setelah direnovasi tidak bisa lagi dipakai. Karena dikhususkan untuk pertandingan demi menjaga kualitas rumputnya.

Tetapi bisa digunakan untuk pertandingan resmi PSM setelah mendapatkan izin.

“Kalau kita dikasih izin menyelesaikan tahun ini. Setelah lima bulan renovasi, itu sudah siap dipakai karena sudah bertaraf internasional,” sebut Muhlis.

Saat ini masih dalam proses audit dan masih ditunggu hasilnya. Untuk kemudian selanjutnya dilanjutkan renovasi. Adapun biaya renovasi sebesar Rp 5 miliar dari APBD.

Untuk audit dikatakan Muhlis, seluruh permintaan data dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulsel telah diserahkan. Bahkan investigasi telah dilakukan dengan mewawancarai pelaksana proyek, perhitungan anggaran, bahkan mereka sudah meninjau lapangan secara langsung.

“Kita sisa menunggu apa kesimpulannya. Kita berharap segera. Karena kita mau perbaiki lapangannya, setelah ada dana renovasi lapangan agar bertaraf internasional, itu kan masih bintang (ditandai) tidak bisa dicairkan, kalau tidak ada persetujuan hasil audit,” ungkap Muhlis.

Persetujuan diperlukan agar Rp 5 miliar dari APBD tahun ini untuk renovasi bisa dicairkan. Pasalnya, anggaran tidak bisa dicairkan jika belum ada hasil audit. Apalagi hal ini merupakan permintaan dari Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah kepada BPKP.

Dia berharap agar hasilnya segera turun, sehingga bisa dilakukan review perencanaan untuk bahan lelang fisik renovasi lapangan sepakbola. Termasuk juga lelang pengawasannya. Untuk persoalan hukum, telah didampingi TP4D Kejati Sulsel sejak tahun 2017 dan setiap tahun diperiksa oleh BPK.

“Sampai detik ini belum ada indikasi kerugian negara. Kita optimistis tidak ada pelanggaran hukum, kalau ada dari awal TP4D Kejati pasti sudah berikan peringatan karena ini dampingi terus. Mulai dari perencanaan dan pelaksanaan,” ujarnya.

Sejak dikeluarkannya perintah audit keuangan pada 21 Desember 2018, telah dilaporkan bahwa anggaran yang telah terpakai selama proses pembangunan itu sebanyak Rp 226,6 miliar (2013-2018).

Sekarang progres fisik stadion 95 persen, pembangunan fisik lainnya yang masih harus dikerjakan seperti jalan lingkar, parkir, MEP (mekanikal, elektrikal dan plumbing/pemipaan). Dan lainnya, seperti kursi dan papan skor.

“Dan lebih penting juga adalah lintasan lari yang juga bertaraf internasional dan menggunakan biaya cukup besar juga. Harapan kita (Stadion Barombong) menjadi duplikat Gelora Bung Karno GBK Senayan Jakarta di wilayah timur, itu mimpinya,” tukas Muhlis.(*/fajar)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!