Berkas Mbah Putih dan Johar Beres, Lasmi Siap Ungkap Semua Fakta – Fajar Sport
News Update

Berkas Mbah Putih dan Johar Beres, Lasmi Siap Ungkap Semua Fakta

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Satgas Antimafia Bola terbentuk pada 22 Desember 2018 dan pada hari itu mereka langsung mendapatkan laporan pengaduan dari manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indaryani. Setelah melalui tahap penyelidikan, penyidikan, dan kini berkas telah rampung.

"Jumat (9/2), kami sudah menyelesaikan pemberkasan. Rencananya, pekan depan kami kirim ke JPU (jaksa penuntut umum, Red),” kata Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola Kombespol Argo Yuwono.

Dalam laporan itu, terdapat lima berkas. Di dalamnya ada enam nama tersangka. ”Pertama berkas tersangka S dan A, ya. Yang kedua untuk tersangka J, DI, N, dan M. Jadi, totalnya ada lima berkas,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya itu.

Ya, selama ini, yang jadi tersangka dari kasus Persibara adalah Mbah Pri alias Priyanto, Miss T alias Anik Yuni Artika Sari, anggota Exco PSSI Johar Lin Eng, anggota Komdis PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih, wasit Nurul Safarid, dan staf departemen wasit PSSI Mansyur Lestaluhu.

Di sisi lain, Lasmi terus memantau perkembangan kasusnya di satgas. ”Semoga kejaksaan segera menyatakan berkas yang dikirim satgas lengkap. Sehingga kasus ini bisa segera disidangkan di pengadilan,” katanya.

Saat ini, Lasmi mengaku telah siap untuk menghadapi persidangan. ”Saya akan mempersiapkan diri menjadi saksi. Saya akan mengungkapkan semua fakta dan bukti secara benar. Tidak ada yang akan ditutupi,” jelasnya.

Sementara itu, terkait dengan kasus Persibara, Kabagpenum Divhumas Polri Kombesol Syahardiantono mengatakan bahwa beberapa waktu lalu memang berkas sudah dikirim ke kejaksaan. Tapi, ada beberapa hal yang perlu dilengkapi. "Ini sudah dilengkapi dan harapannya segera di-P21 atau dinyatakan lengkap oleh jaksa,” urainya.

Dia mengatakan, setelah berkas perkara dinyatakan lengkap, satgas bisa melanjutkan ke pengembangan kasus match fixing lainnya, juga dugaan penghilangan barang bukti. ”Biar kasusnya cepat selesai,” tuturnya.

Saat ini, satgas belum menyentuh hingga ke akar-akar mafia bola. Syahar menuturkan bahwa satgas ingin mendeteksi awal mula dari mafia bola tersebut. Siapakah yang berinisiatif dan siapa yang mengajarkan pola-pola pengaturan skor tersebut. ”Termasuk berbagai asumsi bahwa terhubung dengan bos judi dan sebagainya,” paparnya.

Selain itu, yang tak kalah penting adalah menjerat dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Setiap uang dan aset yang berasal dari pengaturan skor ini dikejar agar bisa disita untuk negara. Sehingga, mafia bola ini kehilangan motivasinya.

”Motifnya kan ekonomi, nah kalau motifnya itu hilang kalau ketahuan, tentu bikin lainnya jera,” ungkapnya.

Dia berharap, sepak bola di Indonesia bersih dari mafia bola, yang bisa mengatur skor dan memberikan layanan untuk masuk liga tertentu. ”Sehingga, persaingan di sepak bola sehat. Yang berjuang keras yang berprestasi, bukan yang bayar yang berprestasi,” paparnya.

(JPC)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!