Menunggu Rekor Baru Petr Cech di Laga Kontra Liverpool – Fajar Sport
News Update

Menunggu Rekor Baru Petr Cech di Laga Kontra Liverpool

FAJAR SPORT, INGGRIS – Kiper senior, Petr Cech akan melakoni laga krusial besok, Sabtu (23/12) di Premier League menghadapi Liverpool di Emirates Stadium.

Laga ini bakal menjadi penentu mantan kiper Timnas Republik Ceko itu menjadi legenda. Syaratnya, Cech harus mengawal gawangnya clean sheet dalam bentrok Arsenal vs Liverpool.

Cech melakukannya dalam dua pekan terakhir Premier League. Sekali lagi main tanpa kebobolan, maka penjaga gawang berusia 35 tahun tersebut akan jadi kiper pertama yang mampu menyentuh 200 clean sheet di Premier League. ”Saya harap itu akan terjadi melawan Liverpool,” ujar Cech seperti dikutip Express.

Namun, apa yang diharapkan Cech takkan semudah dia berkata. Faktanya, pensiunan kiper timnas Ceko itu tak banyak mencatatkan clean sheet ketika berhadapan dengan The Reds. Entah saat masih jadi kiper di Chelsea, atau tiga musim terakhir bersama The Gunners.

Dari 22 laga Premier League-nya melawan Liverpool, Cech sudah kebobolan 30 gol, per laga bisa kebobolan lebih dari satu gol. Clean sheet-nya? Hanya tujuh kali. Rata-ratanya sukses clean sheet hanya 31,8 persen. Bahkan, dari lima kali dia mengawal gawang Arsenal cuma satu kali clean sheet dia lakukan.

Empat laga terakhir, kebobolan 14 gol. Jumlah kebobolannya bisa saja bertambah seperti terakhir dihabisi empat gol di Anfield, 27 Agustus lalu. ”Saya bangga dengan rekor. Saya masih ingin lebih banyak lagi (clean sheet),” koarnya. Di balik rekor clean sheet-nya selama 13 tahun, Cech menyebut ada tiga legenda di balik performanya.

Siapa ketiga legenda itu? Peter Schmeichel, Edwin van der Sar, serta Iker Casillas. Cech, dalam wawancaranya kepada situs resmi klub mengungkapkannya. ”Peter Schmeichel, sebab di saat dia masih di Manchester United, dia panutan semua penjaga gawang, termasuk saya,” ucap Cech.

Sementara, ada memori masa mudanya ketika dia menyebut Van der Sar sebagai penjaga gawang inspirasinya. “Semasa saya di Ajax, tim memanfaatkannya layaknya seorang bek ketika tim memerlukannya untuk mempertahankan penguasaan bola. Bukan sekedar goal kick ataupun menyelamatkan bola,” tambahnya. (Fajar/jpnn)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!