Tegas!! Widodo Minta Anak Asuhnya Tak ‘Ciut’ Bertandang ke Stadion Andi Mattalatta – Fajar Sport
Big Match

Tegas!! Widodo Minta Anak Asuhnya Tak ‘Ciut’ Bertandang ke Stadion Andi Mattalatta

FAJAR SPORT, BALI – Laga Big Macht Liga 1 pekan ke-33 antara PSM Makassar kontra Bali United akan tersaji besok, Senin (6/11) di Stadion Andi Mattalatta, Makassar.

Laga ini bisa dibilang partai final Liga 1 2017. Karena, salah satu dari dua klub ini meraih hasil sempurna, maka gelar juara musim ini makin dekat miliknya.

Bali United yang berada di atas PSM Makassar ini terus mematangkan kekompakan tim mereka dengan terus berlatih di Lapangan Trisakti, Legian, Sabtu pagi kemarin (4/11) sebelum lawatan ke Makassar.

Jika laga ini sampai kalah, peluang Serdadu Tridatu menjadi juara tipis meskipun Bali United menang di pekan ke-34 kontra Persegres Gresik United.

Di lain sisi, PSM Makassar kalah kontra Madura United. Jika itu yang terjadi, PSM berhak berada di atas Bali United karena regulasi head to head.

Karena itu, dipastikan pertandingan di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, nanti, berlangsung keras.

Walau begitu, Pelatih Bali United Widodo Cahyono Putro tidak ingin mengatakan pertandingan nanti berlangsung keras. Sebab keras bisa saja berkonotasi negatif.

“Saya ingin pertandingan kali ini berlangsung seru. Saya ingin publik tahu kalau pertandingan nanti adalah final sesungguhnya,” ujar Coach Widodo ditemui usai latihan kemarin.

Mantan penyerang klub Galatama Warna Agung itu sudah menerka-menerka kekuatan PSM di bawah kepemimpinan pelatih bertangan dingin, Robert Rene Alberts.

Dia sedikit menyanjung Pasukan Ramang – julukan PSM Makassar dengan menyebutkan bahwa PSM adalah klub lama dan dihuni sederet pemain berkelas.

“Pelatih bagus. Mereka tim yang luar biasa. Kami ini baru terbentuk kemarin. Tapi, sejarah diciptakan bukan dilihat dari berapa lamanya.

Tetapi seberapa serius sebuah tim mewujudkan impian dan harapan,” kata Coach Widodo.

Coach Widodo tidak mau gembar-gembor dengan menyebut timnya lebih baik dari PSM. Selain bukan karakteristik sang pelatih, juga tidak sesuai dengan budaya dan adat masyarakat Bali.

“Bagi kami, merendah itu lebih baik. Inilah karakter Bali yang tidak menonjolkan kesombongan. Toleransi dan respect diperlukan dalam sebuah tim,” bebernya.

PSM Makassar, menurut Widodo, memiliki karakter yang cukup kuat ketika bermain di kandang sendiri. Apalagi ditambah dengan tekanan-tekanan dari suporter yang begitu besar.

“Pokoknya jangan ciut. Makanya saya tekankan untuk perbaiki mental. Biar mereka semua termotivasi. Apalagi PSM sudah memiliki karakter bermainnya sendiri,” ucap pelatih berusia 46 tahun itu. (Fajar/jpg)

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!