Masih Min Pemgetahuan,  PPITKON Kemenpora Siap Sosialisasi Penanganan Atlet Cedera di Lapangan – Fajar Sport
News Update

Masih Min Pemgetahuan,  PPITKON Kemenpora Siap Sosialisasi Penanganan Atlet Cedera di Lapangan

FAJAR SPORT, JAKARTA – Penanganan medis terhadap atlet saat terjadi cedera fatal di arena pertandingan masih terlihat kurang baik.

Itu terlihat di beberapa kejadian yang menimpa pesepakbola di tanah air. Sedikitnya lima pesepakbola di Indonesia sudah meregang nyawa akibat lambat dan kurangnya menguasai cara penyelamatan cepat saat terjadi cedera yang berbahaya.

Tak hanya tim medis,  para pesepakbola juga tidak mengetahui apa yang harus dilakukan saat rekan mereka mengalami kejadian itu.

Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kesehatan Olahraga Nasional (PPITKON) sebagai lembaga yang berada di bawah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), pada Kamis (26/10) mendatang akan menggelar sosialisasi tentang upaya untuk mencegah lambatnya penanganan ketika seorang atlet cedera di laga.

Hal tersebut dikemukakan Ketua PPITKON Edi Nurinda merujuk insiden meninggalnya kiper Persela Lamongan Choirul Huda saat melakoni pertandingan. Menurutnya, akan ada sejumlah paparan terkait penanganan terhadap atlet yang bersangkutan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

Dalam waktu dekat, PPITKON akan menggandeng PSSI selaku induk tertinggi sepak bola tanah air guna menyosialisasikan penanganan dan SOP terhadap pelaku medis di setiap klub sepak bola.

“PPITKON siap untuk bekerja sama dengan PSSI terkait sosialisasi dan penanganan cedera pada olahraga. Dalam waktu dekat PPITKON akan memberikan sosialisasi bagi pelaku medis pada klub sepakbola Indonesia untuk mengantisipasi kejadian sebelumnya,” ucap Edi, Jumat (20/10).

Lebih lanjut Edi mengatakan, insiden yang dialami Huda sepatutnya menjadi pembelajaran bersama bagi pelaku olahraga khususnya paramedis agar bisa bertindak cekatan. Dengan demikian kejadian serupa tak terjadi lagi.

“Sehingga penanganan yang cepat dan tepat mutlak secara profesional mampu dilakukan oleh para petugas. Pelaksana pertandingan harus melibatkan tenaga medis yang profesional sesuai standarisasi yang berlaku,” tambahnya. (Fajar/jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!