Belum Ada Sponsor, Harapan CEO Mitra Kukar Terdengar Sedih – Fajar Sport
News Update

Belum Ada Sponsor, Harapan CEO Mitra Kukar Terdengar Sedih

FAJAR SPORT, KALTIM – Hingga kini, Mitra Kukar belum mendapat sponsor utama. Padahal, babak kickoff Liga 1 makin dekat.

Klub yang bermarkas di kota Tenggarong, Kalimantan Timur itu masih menggunakan sponsor apparel asal Spanyol dan Joma, yang masih melekat di jersey mereka. Sementara sponsor utama yang sering menjadi langganan mereka belum mendapat kesepakatan sah.

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan Naga Mekes era ISL 2014. Saat itu, Petrona selalu menjadi bagian dari Mitra Kukar. Selain Petrona, Grand Elty, ABP Octa FX, MPP, hingga Bankaltim melekat erat di jersey Mitra Kukar.

Menyikapi hal tersebut, CEO Mitra Kukar, Endri Erawan berharap, timnya segera mendapat sponsor agar mampu menopang kebutuhan tim selama semusim ke depan. Sementara ini, untuk pengeluaran tim sepenuhnya ditanggung dirinya.

“Harapannya segera dapat sponsor yang bisa bantu tim di Liga 1. Artinya, bukan Mitra Kukar tidak akan berkompetisi tanpa sponsor, hanya dengan adanya dukungan pihak ketiga, kami bisa sedikit bernapas lega,” ujar Endri seperti dilansir Kaltim Post (Jawa Pos Group).

Dengan subsidi sebesar Rp 7,5 miliar dari pihak operator Liga 1, Endri bersyukur. Meski demikian, dia sadar, dana tersebut tidak akan cukup membiayai pengeluaran klub selama satu musim.

Oleh karena itu, dia berharap, selain pemasukan sponsor, masyarakat Kukar bisa lebih sadar dengan menonton Mitra Kukar saat laga kandang di Aji Imbut. Dengan langkah tersebut maka dipastikan akan membantu keuangan tim.

“Kami dari manajemen selalu berpikir agar Mitra Kukar jadi satu-satunya tim kebanggaan di Kukar. Sayangnya, animo masyarakat menyaksikan tim kesayangan di kandang masih minim. Harapan saya di kompetisi resmi, Aji Imbut bisa lebih menguning,” imbuh Endri.

Berdasar pendapatan dari hasil penjualan tiket di Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016 masih jauh dari harapan. Stadion berkapasitas 45 ribu penonton itu hanya terisi 2 ribu penonton. Jika dijumlahkan berdasarkan harga VIP, panitia hanya mendapat Rp 100 juta setiap laga kandang.

Jumlah itu tidak bisa dikatakan cukup. Sebab, dari pendapatan tersebut panitia harus membayar petugas kebersihan dan kebutuhan lainnya. Untuk itu, manajemen berharap, masyarakat Kukar bisa lebih sayang dengan Naga Mekes. (Fajar/jpg)

loading...

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!