Kalah dari Thailand, Politisi Partai NASDEM Ini Sebut IQ Pemain Timnas Rendah – Fajar Sport
News Update

Kalah dari Thailand, Politisi Partai NASDEM Ini Sebut IQ Pemain Timnas Rendah

FAJAR SPORT, JAKARTA – Skuad Indonesia memang gagal meraih kemanangan di partai final Piala AFF leg kedua di Stadion Rajamangala, Bangkok, saat menghadapi Thailand, Sabtu (17/12) kemarin.

Meski tak mampu mendatangkan trofi ke Indonesia, namun usaha dan kerja keras skuad Garuda Muda mendapat apresiasi dari seluruh masyarakat Indonesia. Tetapi usaha tersebut mendapat tanggapan tak wajar dari salah satu politisi di Indonesia.

Melalui akun facebooknya, salah satu legislator DPRD Kabupaten Bungo, Jambi dari Partai NASDEM yang diketahui bernama Hamdan itu mengomentari usaha pemain timnas tak masuk diakala, pasalnya, selaku wakil rakyat, Hamdan seharusnya memberikan contoh yang baik dalam mengomentari hal tersebut.

Dilansir laman jambiupdate.co, anggota DPRD itu mengunggah postingan melalui akun facebook miliknya, dan menyebut bahwa penyebab kekalahan itu dikarenakan IQ pemain Timnas Indonesai rendah!

Dalam postingan tertanggal 18 Desember sekitar pukul 21.50 wib itu, Hamdan sepertinya sudah menduka bahwa Timnas Indonesia bakal menuai kekalahan.

Ia pun menambahi bahwa itu didasarkan atas permaianan skuad Merah Putih yang hanya mengandalkan otot, bukannya otak.

Berikut postingan lengkap sang legislator tersebut soal IQ pemain Timnas Indonesia yang dianggap rendah:

capture-postingan-facebook-anggota-dprd-kabupaten-bungo-jambi-hamdan-foto-via-jambiupdate-co_

“Menyikapi pamain garuda. saya udah menduga pemain garuda tak akan mampu melawan tailant (Thailand). karena aqiu (IQ) orang tailan diatas rata2 yaitu hampir mendekati geniaus (jenius). sedangkan indonesia aqiunya di bawah rata2. kita udah lihat fakta dilapangan. pemain garuda main pakai otot. sedangkan pemain tailant pakai otak,” tulis Hamdan dalam akun facebooknya.
Anggota DPRD Kabupaten Bungo, Jambi dari Partai NasDem, Hamdan. Foto via Facebook Hamdan Bungo

Namun, setelah akun tersebut ditelusuri pada Selasa (20/12) sekitar pukul 22.19 wib, sang legislator sepertinya sudah keburu menghapus postingan itu. Bagaimana pendapat kelian tentang komentar dari seorang legislator ini?? (Fajar/Pojok)

loading...

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!