Usai Kalahkan Persela, Darije Akui Timnya Kurang Agresif

by
Tuan rumah PSM tertinggal di babak pertama melawan Persela di Stadion Andi Mattalatta Mattoanging, Minggu, 1 September. Gol Persela dicetak pemain tengahnya, Rafael Oliveira. ABE BANDOE/FAJAR

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — PSM hampir saja kalah lagi atas Persela di Stadion Gelora Andi Mattalatta, Minggu (1/9). Untungnya setelah tertinggal, PSM langsung bermain agresif dan menang dengan skor 2-1.

Momen 2018 saat kalah 2-3 dari Persela, Pasukan Ramang juga terlambat panas. Kebobolan dua gol sejak awal membuat PSM malu dimarkasnya sendiri.

BACA JUGA : balde-cetak-gol-debut-psm-kalahkan-persela/

Musim ini untungnya hal itu tidak terulang. Gol Persela melalui Rafael Gomes pada menit ke 29′ mampu dibalikkan melalui penalti Amido Balde 66′ dan sundulan Wiljan Pluim pada menit ke-81′.

Pelatih PSM, Darije Kalezic menyadari bahwa timnya tidak bermain bagus di awal babak. Hingga kelemahan tersebut bisa dimanfaatkan dengan gol oleh lawan.

BACA JUGA : klasemen-liga-1-psm-masih-di-posisi-8-tertinggal-17-poin-dari-bali-united/

Namun kelemahan ini tak ingin dijadikannya alasan dengan tak bermain tanpa tujuh pemain andalannya. Hal ini murni karena pemain yang dimainkan tidak fokus menjalankan instruksi yang sudah ia berikan.

“Pertandingan tadi itu sulit. Tapi saya tdk pernah fokuskan diri kepada pemain yang tidak ada di tim. Saya fokus pada pemain yang ada. Saya berikan energi dan percaya. Lalu mereka membayar itu,” jelas Darije usai laga.

Ia senang, untungnya setelah jeda babak pertama dengan melakukan beberapa pergantian. Timnya kembali bermain bagus dengan permainan cepat. Seperti ritme skema andalannya.

Salah satunya dengan pergantian Hasyim Kipuw dan Rizky. “Nah kita temukan ritme kita. Dan itulah yang kita mau. Untuk memastikan kita main lebih banyak di lapangan Persela,” paparnya. (tam)

loading...


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *