Sempat Dicoret, Evan Dimas dan Hansamu Yama Kembali Dipanggil ke Timnas – FAJAR sport
News Update

Sempat Dicoret, Evan Dimas dan Hansamu Yama Kembali Dipanggil ke Timnas

FAJAR SPORT, JAKARTA – Pelatih Luis Milla sempat mencoret nama Evan Dimas Darmono dan Hansamu Yama Pranata dari skuad Timnas Indonesia U-22. Kabar pencoretan tersebut karena masalah indisipliner.

Kini, dua Evan Dimas dan Hansamu Yama mempunyai peluang untuk kembali berjersey Timnas Indonesia, setelah nama mereka dipanggil. Selain dua pemain itu, enam pemain lainnya juga ikut dipanggil, yakni Ezra Walian, Nur Hardianto, Bagas Adi Nugroho, Saddil Ramdhani, Hanif Sjahbandi, dan Marinus Maryanto, mereka akan diundang untuk mengikuti latihan khusus di Karawaci, Tangerang, pada 16–29 Juni mendatang.

Mereka bakal ditangani secara khusus oleh pelatih fisik asal Prancis Florent Motta. ”Ada penanangan khusus untuk para pemain-pemain itu. Terutama masalah fisik mereka yang belum bugar,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekjen PSSI Joko Driyono tadi malam. ”Kami berharap setelah mengikuti program latihan khusus tersebut, para pemain bisa berada dalam kondisi terbaik,” tambahnya.

Memang, para pemain tersebut sempat diisukan mengalami masalah kebugaran. Evan mengalami cedera engkel beberapa hari sebelum bertandang ke Kamboja, sedangkan Hansamu memiliki cedera kambuhan di lutut. Selain mereka, Nur Hardianto mengalami cedera pangkal paha saat bertarung melawan Kamboja (8/6).

Nah, khusus Evan dan Hansamu, Joko membantah bahwa dua pemain itu sempat dicoret dari timnas karena memiliki indisipliner. ”Kalau soal itu (indisipliner, Red) saya belum mendengarnya. Tapi, selama yang saya tahu, mereka bermasalah dengan kebugaran sehingga harus diperbaiki lagi dalam latihan khusus ini,” jelasnya.

Wakil Direktur Timnas PSSI Fanny Riawan menambahkan, program latihan khusus tersebut bertujuan memaksimalkan performa para pemain yang dipanggil terbatas itu. Juga untuk memastikan pemain mana yang akan mereka daftarkan ke SEA Games 2017 dalam batas akhir entry by name 23 nama pemain pada 26 Juli.

Setelah dari Karawaci, timnas yang juga diproyeksikan memperkuat Indonesia di Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang itu bakal menjalani pemusatan latihan tertutup selama sepuluh hari di Bali, mulai 30 Juni. Program tersebut merupakan pengganti rencana pemusatan latihan di Spanyol yang sudah dibatalkan PSSI.

Fanny menjelaskan, program latihan di Bali itu sengaja dibuat tertutup dengan tujuan skema permainan tim tidak terbaca oleh lawan saat tampil di kualifikasi Piala Asia U-23 di Thailand nanti. ”Namun, kami akan mencari format yang tepat agar kawan-kawan media bisa tetap mendapatkan berita,” terangnya.

Dalam perkembangan yang sama, Saddil Ramdhani, salah seorang winger timnas U-22, mengatakan, dirinya tidak pernah memiliki ambisi khusus untuk bisa menembus timnas pada kualifikasi Piala Asia U-23 dan SEA Games 2017 mendatang. ”Tugas saya memberikan yang terbaik dan sesuai dengan instruksi pelatih dalam setiap kali latihan dan pertandingan,” ujar Saddil.

Di sisi lain, Milla menyebutkan, timnya sudah mengalami progres yang cepat. Hal itu terlihat dari pola permainan Bagas Adi Nugroho dkk yang cukup solid saat dua kali uji coba internasional. Masing-masing melawan Kamboja di Kamboja (8/6) dan menjamu timnas Puerto Rico di Sleman (13/6).

”Tapi, saya cuma bisa bilang, kalau kami harus latihan lagi, harus lanjutkan lagi. Apa yang sudah kami latih kemarin, kami harus latih terus, jangan pernah menyerah. Saya rasa semua peluang yang tidak gol hari ini akan gol saat kami ikut dalam kualifikasi Piala Asia nanti,” tandas pelatih asal Spanyol itu. (Fajar/jpg)

loading...

Most Popular

To Top