Nicky Hayden Meninggal, Rossi Curhat di Instagram – FAJAR sport
MotoGP

Nicky Hayden Meninggal, Rossi Curhat di Instagram

FAJAR SPORT, ITALIA – Kepergian pebalap MotoGP, Nicky Haiden menyisakan duka mendalam bagi pendukungnya di seanteri dunia, tak terkecuali buat sesama rekan-rekannya pembalap.

Nicky Haiden menjadi juara dunia MotoGP tahun 2006, usai mengalahkan rekor Valentino Rossi. Nicky Haiden meninggal dunia usai jalani lima hari perawatan di rumah sakit Maurizio Bufalini, Cesena, Italia. Kabar itu disiarkan sekitar Rabu (23/5) pukul 19.00 wib atau Selasa (22/5) waktu setempat.

Hayden sendiri adalah eks rekan setim Valentino Rossi di Tim Ducati. Namun, keduanya juga pernah menjadi rival sengit saat masih memperkuat Tim Repsol Honda.

Hayden juga yang mampu memutus gelar juara dunia Rossi yang sudah dipegangnya sejak 2001 hingga 2005 silam. Rivalitas keduanya kentara di MotoGP musim 2006 yang lantas mengantarkan Nicky Hayden sebagai juara dunia MotoGP.

Saat itu Hayden dianggap tak pantas menjawarai balapan para raja karena hanya memenangi MotoGP Belanda dan Amerika. Pasalnya, Rossi berhasil memenangi lima seri MotoGP tapi tiga kali gagal finis. Sementara Hayden hanya sekali gagal finis.

Keberhasilan Hayden menjadi juara dunia itu sendiri disebut sebagai salah satu kejutan paling mengejutkan dalam sejarah MotoGP. Namun teryata, meski terlibat persaingan sengit di atas trek, hubungan keduanya tak lantas memburuk. Bahkan, bebeda dengan pembalap lainnya yang hanya mengucapkan sederet ungkapan sedih.

Valentino Rossi justru menulisnya panjang lebar. Melalui akun instagram miliknya, Rossi mengungkap kesedihannya yang mendalam. Selain itu, ia juga menyertakan foto dirinya tengah bersalaman di atas motor masing-masing di atas lintasan. (Fajar/jpg)

Berikut curahan menyayat hati Valentino Rossi untuk Nicky Hayden:

Nicky adalah salah satu teman terbaik yang saya punya di paddock. Kami menjadi rekan setim sejak tahun pertamanya di Honda pada 2003.

Ketika itu, dirinya pertama kali ikut kejuaraan di Eropa. Musim itu ditutup dengan saya sebagai juara dunia dan dia mendapat podium pertamanya di Phillip Island.

Setelah beberapa tahun, akhirnya kami bertarung di MotoGP 2006 hingga seri terakhir, saya tidak beruntung, dia menjadi juara dunia.

Setelah itu, kami kembali menjadi rekan setim di tahun yang sulit di Ducati. Kami bertarung sangat keras hingga titik darah penghabisan, meski hanya untuk posisi lima besar.

Nicky juga kerap datang ke Ranch, di mana kami kerap bertanding. Dia merupakan salah satu pembalap flat track terkencang di dunia, sebelum beralih ke balap aspal. Dia kerap menang di kompetisi American Flat Track, atau Peoria TT.

Tapi hal yang paling indah yang saya dapat darinya adalah ketika dia datang kepada saya untuk bersalaman, ketika balapan terakhir di GP Valencia 2015.

Untuknya, saat itu adalah perpisahan di MotoGP. Untuk saya, saat itu adalah kekalahan perebutan gelar juara.

Namun saat melihat ke dalam helmnya, Nicky memperlihatkan memori positif yang saya dapat hari itu. Untuk Nicky, kami semua bersamamu.

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top