Tuding Essien dan Cole Lakukan Kejahatan Serius, BOPI Ancam Proses Hukum – FAJAR sport
News Update

Tuding Essien dan Cole Lakukan Kejahatan Serius, BOPI Ancam Proses Hukum

FAJAR SPORT, JAKARTA – Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) telah mengeluarkan ketegasan mereka soal keberanian Persib Bandung memainkan Michael Essien dan Carlton Cole, pada laga pembuka Liga 1 menghadapi Arema FC, Sabtu (15/4) kemarin.

Keberanian itu berbuntut panjang. Kini BOPI mengancam bakal melaporkan secara resmi masalah ini ke Kementrian Hukum dan Ham atas pelanggaran keimigrasian. Sekjen BOPI, Heru Nugroho mengakui apa yang dilakukan tersebut adalah bentuk pelanggaran keras terhadap hukum negara.

“Bagi kami, orang asing yang menjalani aktivitas profesional di Indonesia tanpa mengantongi izin dari negara, adalah bentuk kejahatan serius dan harus segera di tindak,” kata Heru.

“Jadi, selain kami akan menegur keras operator, kami juga akan meminta pihak keimigrasian untuk mendeportasi para pemain itu,” ujarnya.

Heru menambahkan bahwa, saat ini mereka sedang berusaha maksimal untuk merampungkan data-data pemain yang belum mengantongi Kitas tersebut.

“Kami belum tahu jumlah pastinya berapa dan klub mana saja yang terlibat. Tapi, kami pastikan, pemain asing yang baru berkompetisi di Indonesia pada dua bulan terakhir, semuanya belum memiliki Kitas,” papar dia.

Senada dengan Heru, Kepala Bagian Humas, Direktur Jendral (Dirjen) Keimigrasian, Agung Sampurno mengatakan bahwa, ada sejumlah sanksi tegas kepada para pemain asing yang tetap berkompetisi tanpa belum mengantongi Kitas tersebut.

Sanksi tersebut, mulai dari kurungan badan maksimal 5 tahun hingga terancam dideportasi. Sementara pihak yang menggunakan jasa mereka,juga terancam denda uang sebesar Rp 500 juta.

“Tapi, semua tergantung proses di lapangan. Intinya, dalam waktu dekat, pihak penyidik dari Keimigrasian akan bergerak untuk menindak sejumlah tim yang terdikasi melakukan pelanggaran ini,” kata pria asal Jakarta itu.

Chief Executive Oficer (CEO) PT LIB, Risha Adi Wijaya beralasan bahwa, mereka mengizinkan sejumlah marquee player untuk membela klub mereka tersebut, karena sudah mendapat keringanan dari BOPI sendiri.

“Kami sudah mendapat persetujuan dari BOPI,” kata pria yang tidak lain adalam mantan direktur keuangan Persib itu.

Namun, pernyataan Risha tersebut dibantah langsung oleh Heru. Heru mengakui bahwa ada komunikasi antara mereka dengan PT LIB beberapa jam sebelum pertandingan terkait masalah Kitas Essien dan Cole tersebut. “Tapi, kami tidak menyepakati permintaan mereka. Kami secepatnya melaporkan masalah ini ke pihak Keimigrasian,” tegas Heru.

Dari data dokumen yang dimiliki oleh BOPI, dari total empat pemain asing yang dimiliki Persib Bandung, hanya ada dua pemain yang sudah mengantongi Kitas. Mereka adalah Shohei Matsunaga dan Vladimir Vudjovic. Kedua pemain tersebut memang sudah lama berkompetisi di Indonesia. Sementara Cole dan Essien sama-sama baru mengantongi visa wisata.

Dalam perkembangan yang sama, manajer Persib, Umuh Muchtar sengaja melepas tanggung jawab dengan persoalan dua pemain asing mereka tersebut.

Menurut dia, Essien dan Cole bisa bermain saat menjamu Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, 15 April lalu, karena sudah mendapat izin dari pihak operator. “Jangan salahkan kami dong. Karena apa yang kami lakukan sudah sesuai dengan arahan dari operator. Meski kami tahu bahwa suratnya (kitas) Essien dan Cole belum turun,” kata Umuh Muchtar.

Pernyataan Umuh tersebut sedikit janggal. Sebab, sehari sebelum kickoff melawan Arema, dia menyatakan bahwa Kitas Essien dan Cole sudah beres. (Fajar/jpg)

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top