Arema FC Tolak Format ISL 2017 Dua Wilayah – FAJAR sport
News Update

Arema FC Tolak Format ISL 2017 Dua Wilayah

FAJAR SPORT, MALANG – Kabar diberlakukan format kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2017 menjadi dua wilayah mendapat tolakan tegas dari Arema FC.

Menurut ARema FC, format dua wilayah ini adalah format gaya lama dan akan membuat sepakbola Indonesia makin mengalami keumnduran. Sebelumnya, format dua wilayah ini pernah dilakukan pada musim 2014 lalu. ”Kalau saya kurang sependapat (dengan format kompetisi dua wilayah),” kata General Manager Arema FC Ruddy Widodo, Jumat (6/1).

”Kalau formatnya dua wilayah, itu berarti sepak bola kita mengalami kemunduran, apa pun alasannya,” tegas dia.

Mayoritas liga-liga di dunia menggunakan format satu wilayah. Greget kompetisi lebih terlihat jika liga menggunakan format satu wilayah. Sebab, semua tim akan saling berhadapan satu sama lain.

Meski sisi terburuknya adalah biaya operasional klub akan membengkak. Apalagi, kompetisi tahun depan masih diikuti tim-tim yang akses transportasinya sulit dan mahal. Seperti Perseru Serui.

Tapi, kata Ruddy, itu tidak bisa dijadikan alasan. Dia pun mencontohkan Liga Brasil. ”Brasil itu sama dengan Indonesia. Jarak (homebase) antara satu tim dengan tim lainnya berjauhan. Kasarannya, kalau klub di Super League mempermasalahkan biaya, ya jangan ikut kompetisi,” ujar dia.

Ruddy melanjutkan, asas fairplay lebih muncul ketika kompetisi dijalankan dengan format satu wilayah. ”Tapi kalau dua wilayah, asas fairplay, sportivitas, dan industrinya tidak kena,” kata dia.

Format kompetisi ISL 2017, bakal dibahas dalam agenda kongres PSSI di Bandung, besok (8/1). Sekali lagi, Arema FC sebagai salah satu peserta kongres akan memperjuangkan agar kompetisi tetap digelar dalam format satu wilayah.

Pertimbangannya adalah keberhasilan yang dicapai Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016. Meski bukan kompetisi resmi, ISC A mendapatkan atensi yang positif, terutama dari sponsor. (Fajar/jpg)

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top