Alasan MU, Manchester City, dan Leicester Nikmati Jendela Transfer, Sedangkan Liverpool Merugi – FAJAR sport
Sportainment

Alasan MU, Manchester City, dan Leicester Nikmati Jendela Transfer, Sedangkan Liverpool Merugi

FAJAR SPORT, INGGRIS – Bursa transfer pemain musim panas telah ditutup. Liga Priemer Inggris tercatat menghabiskan lebih dari £ 1 miliar di jendela transfer ini.

Dari hasil transfer di Liga Inggris, ada beberapa klub yang berbahagia dengan hasil pembelian dan penjualan pemain mereka, dan juga ada yang merasa gagal dalam proses tersebut.

Misalkan Arsenal, mereka menunggu sampai hari-hari terakhir jendela transfer untuk mendapat percikan uang tunai, sementara Manchester United (MU), Manchester City, Leicester dan Liverpool memilih untuk mendapatkan sebagian besar dari bisnis mereka lebih awal.

ESPN FC Klub blogger menilai jendela mereka dari 10 dan mendiskusikan apakah mereka membahas bidang utama yang mereka butuhkan untuk.

MANCHESTER UNITED

Manchester

Manchester United mungkin yang terbaik dalam jendela transfer musim panas ini, dengan mendatangkan pemain berkualitas. Paul Pogba yang menjadi pemain termahal dimusim ini, mampu bermain diseluruh posisi. Zlatan Ibrahimovic yang sudah berusia 34 tahun masih menunjukan ketajaman dan kemampuannya untuk menyarankan bola ke jala lawang.

Pelatih Jose Mourinho memang spesialis untuk datangkan pemain berkualitas ke klub yang ditukanginya. Eric Bailly, memiliki potensi besar sejauh ini, Henrikh Mkhitaryan salah satu pemain istimewa Mourinho, yang digadang-gadang akan membawa tim Inggris pada puncaknya lagi.

Selain kesuksesan pemain di bursa transfer, The Spesialis One juga menjual pemain yang dianggap sebagai kayu mati, perti Phil Jones dan Marcos Rojo, dan mendatangkan bek tengah yang lebih tanggu.

MANCHESTER CITY

City

Pep Guardiola membuat perubahan besar di tubuh Manchester City paska kedatangannya di Ettihad Stadion. Pemain-pemain yang sebelumnya menjadi tumpuan City dipinggirkan. Yaya Toure yang sudah ketuaan, Wilfried Bony, Samir Nasri, Joe Hart, mereka tercatat sebagai pemain handal City waktu dilatih oleh pelatih sebelumnya.

Namun, setelah kedatangan Guardiola, mereka tak bisa berbuat apa-apa, dan bahkan mereka telah dipinjamkan ke klub-klub Eropa lainnya.

Langkah ini menjadikan Guardiola dicap otoritas oleh sebagian orang, namun yang dilakukan oleh pelatih 45 tahun itu sebagai kebutuhan klub yang tidak dipikirkan oleh orang lain. Guardiola tak banyak mendatangkan pemain baru, dia hanya merubah peran para pemain.

Aleksandar Kolarov, kini menjadi pusat tengah yang baru, Claudio Bravo yang didatangkan dari Barcelona untuk menggantikan kiper Timnas Inggris Joe Hart. Sedangkan dia di lini belakang, Guardiola mendatangkan pemain muda berbakat Timnas Inggris dari Everton John Stones, Leroy Sane dan Gabriel Yesus mampu membuat skuad tampil baik.

LEICESTER CITY

Leicester

Pelatih Leicester Claudio Ranieri mampu mempertahankan pemain-pemain kuncinya untuk tidak keluar ke klub lain, seperti Jamie Vardy, Riyad Mahrez yang menjadi mahnet bagi tim. Namun N’golo Kante saja yang berhasil meninggalkan King Power untuk bergabung bersama Chelsea. Hampir semua pemain Leicester mampu bertahan untuk menghadapi Liga Champion.

The Foxes telah memecahkan rekor transfer mereka yang menakjubkan tiga kali, dengan mendatangkan striker Islam Slimani yang diboyong dari Sporting Lisbon sebesar £ 29,7 pada batas waktu. Menariknya, ada dua pemain yang harus bersaing untuk setiap posis dan kecepatan. Bakat dan perjuangan seluruh jajaran mereka. menurut sejarah, klub ini pernah memiliki skuad yang lebih kuat di 132 tahun dan oleh sebab itu, mereka dilengkapi dengan baik untuk mempertahankan gelar, serta menapai tahap sistem gugur di Liga Champions.

LIVERPOOL

Liverpool

Liverpool kini membutuhkan kiper yang lebih baik, bek kiri setengah layak, bek handal pusat (s) dan penuh waktu gelandang bertahan, bukan hanya seseorang seperti Emre Can yang dapat ” mengisi “.

Sulit untuk mengatakan mereka berhasil, karena individu dapat mencentang kotak tertentu, namun pemain di tim banyak yang telah dikurangi untuk mencermin tidak adanya Liverpool dari Eropa. Loverpool hanya mampu finis di urutan ke delapan musim kemarin, unuk itu diperlukan untuk mengejar ketinggalan dang klub yang telah tentu sudah diperkuat oleh pemain-pemain hebat.

The 4/10 adalah untuk Sadio Mane saja, kegagalan untuk memperkuat di bek kiri dikatakan sebagai langkah penipuan mengerikan. (Aiy/Fajar)

loading...
Click to comment

Most Popular

To Top